Zumi Zola Pecat Kadis Gara-gara Setoran Fee Kurang

Zumi Zola Pecat Kadis Gara-gara Setoran Fee Kurang

Zumi Zola Pecat Kadis Gara-gara Setoran Fee Kurang – Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola pernah memecat kepala dinas (kadis) karena kurangnya biaya setoran. Zumi Zola sejak dilantik meminta orang-orang kepercayaannya untuk mengumpulkan uang untuk kebutuhan pribadi dan keluarga.

“Terdakwa diangkat dan diangkat sebagai Gubernur Jambi untuk periode 2016-2021. Terdakwa setelah diresmikan kemudian memerintahkan Apif Firmansyah dan Asrul Pandapotan sebagai tim dari Pemilu Gubernur Jambi serta asisten pribadi terdakwa untuk mengumpulkan dana untuk bertemu kebutuhan terdakwa dan keluarganya, “jaksa di KPK membacakan dakwaan di Pengadilan Tipikor (Tipikor) Jl Bungur Besar, Jakarta Pusat, Kamis (23/8/2018).

Dalam dakwaan pertama, Zumi Zola menerima uang gratifikasi melalui Apif Firmansyah Rp. 34.639 milyar melalui Asrul Pandapotan Sihotang Rp. 2.770 miliar dan total USD 147.300 dan 1 Toyota Alphard D-1043-VBM.

Zumi Zola juga menerima penghargaan melalui Arfan Rp. 3,068 miliar dan USD 30 ribu dan SGD 100.000 terkait dengan posisinya dan itu bertentangan dengan tugas atau tugasnya.

Agen Poker

Jaksa dalam dakwaan menjelaskan, sekitar November 2016, Zumi Zola memecat Arfan dari posisi Kepala Kantor Pekerjaan Umum di Kantor Pekerjaan Umum. “Karena terdakwa kecewa, biaya proyek yang dikumpulkan tidak memenuhi target,” kata jaksa.

Namun pada 7 Agustus 2017, Zumi Zola kembali menunjuk Arfan sebagai Kepala Bina Marga. Pengangkatan kembali karena Arfan bersedia untuk melaksanakan pesan Zumi Zola.

“(Pesan) disampaikan oleh Asrul Pandapotan Sihotang bahwa ‘matahari hanya satu dan itu adalah harga mati’ dan bersedia memungut biaya,” kata jaksa penuntut.

Setelah menjadi Kepala Bina Marga PUPR pada 29 Agustus 2017, Arfan ditunjuk sebagai Penjabat Kadis PUPR untuk menggantikan Dody Irawan, yang mengundurkan diri.

Sementara itu, dalam dakwaan kedua, Zumi Zola ditugasi menyimpan uang di DPRD Jambi untuk persetujuan RUU APBD. Zumi Zola juga ditugasi menyetorkan gratifikasi ke DPRD Jambi dengan total Rp. 16,490 miliar.

Uang setoran ini dimaksudkan untuk memperlancar pengesahan Peraturan Daerah Anggaran Daerah Jambi tahun 2017 dan 2018.

Baca Juga : Agen Bandarq Online | Agen Capsa Online | Agen Domino Online | Bandar Sakong | AduQ Online 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *