Kisah Nenek Saorah Yang Sudah 10 Tahun Tinggal di Gubuk Lusuh

Kisah Nenek Saorah Yang Sudah 10 Tahun Tinggal di Gubuk Lusuh

SatuNKRI.net – Kisah Nenek Saorah Yang Sudah 10 Tahun Tinggal di Gubuk Lusuh. Seorang nenek berusia 80 tahun, Saorah, tinggal sendirian di sebuah gubuk di tepi sungai selama 10 tahun terakhir. Tepatnya ia tinggal di lingkungan Jennae, Desa Kassi, Kecamatan Balocci, Pangkep, Sulawesi Selatan.

Di pondok berukuran 2×3 meter hanya ada satu dapur dan setumpuk kain. Selain itu, ada beberapa makanan yang memberi orang welas asih. Saat air sungai meluap saat hujan, kabinnya pun kebanjiran. Nenek malang ini memegang kendali, meski harus meringkuk dalam kedinginan.

Istri dari Daeng Bado, yang meninggal 15 tahun yang lalu, memiliki tiga orang anak. Namun, ia memilih tinggal di gubuknya dalam kondisi buruk, meski tanpa listrik dan kasur yang sudah tidak layak di pakai.

Di seberang jalan, sebuah rumah milik putra tertuanya berdiri. Setiap kali dia diminta untuk pindah, entah mengapa, Saorah hanya mengerutkan kening.

Agen Domino99

“Lebih baik terjun ke sungai daripada harus tinggal dengan anakku,” kata Saorah di Bugis.

Untuk berkomunikasi dengannya, Anda membutuhkan suara yang kuat dengan isyarat tangan, karena pendengaran Anda juga telah terganggu. Meski begitu, pengamatan Saorah masih sangat jelas, meski suaranya juga serak.

Meski tak bisa lagi berhenti karena tumor di kakinya, namun Saorah tetap bisa menyiapkan segala kebutuhannya. Seperti air minum untuk berkumur bahkan memasak.

Ketika dia berkunjung, Saorah tidak sendiri, kebetulan dia bersama Syamsiah, cucu keponakannya yang merawatnya. Selain membawa makanan, Syamsiah juga membantunya mengganti pakaian.

“Dia masih sering memasak dan menarik air di sungai untuk kebutuhannya sendiri, tapi malah terjatuh, untungnya ada orang yang melihatnya,” kata Syamsiah.

Agen Domino Online, Agen Poker Online, Agen Domino99 Online, Agen BandarQ, AGEN CAPSA ONLINE, SITUS JUDI ONLINE, BANDAR POKER

Sejak video tersebut beredar di jejaring sosial beberapa hari yang lalu, pejabat pemerintah daerah datang berkunjung. Berawal dari kepala desa, hingga Wakil Bupati Pangkep. Syamsiah mengaku, pemerintah akan membangun rumah untuk Saorah.

“Saya telah meminta agar rumahnya dibangun di dekat rumah saya sehingga saya bisa menjaganya setiap saat,” kata Syamsiah.

Selain meminta rumah yang tepat untuk dibangun, Syamsiah juga berharap agar pemerintah memperlakukan penyakit yang membuat Saorah tidak dapat lagi mendukung dirinya sendiri.

“Nenek ini sangat kuat, tapi karena dia tidak tahan karena penyakit tumornya, dia tidak bisa pergi kemana-mana, saya harap dia juga bisa berhubungan dengan pemerintah,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *