Seorang Polisi Digebuki Oleh Supir Angkot Karena Disangka Sopir Taksi Online

Polisi Digebuki Oleh Supir Angkot Karena Disangka Sopir Taksi Online

SatuNKRI.net – Polisi Digebuki Oleh Supir Angkot Karena Disangka Sopir Taksi Online. Sejumlah pengemudi angkutan umum di Palembang memukuli seorang pria, diduga dikira sebagai supir taksi online. Ternyata yang dipukuli adalah polisi berpakaian preman. Wow!

Kera benar-benar anggota Brigadir Robhertus Roy dari Polres Ogan Komering Ulu (Oku) Selatan, Sumatera Selatan. Ia dianiaya oleh sopir angkutan umum konvensional di Palembang dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara.

Kapolda Sumatera Selatan Inspektur Jenderal Polisi Zulkarnain Adinegara mengatakan, korban yang bersama keluarganya diparkir di daerah bawah Jembatan Ampera. Tidak diketahui apa yang menyebabkan korban didekati oleh dua sopir angkutan umum dan disiksa sampai cedera.

“Ini anggota kami yang ditugaskan di Polda Oku Selatan, saat itu menggunakan baju preman karena dia bersama keluarganya dan tidak tahu apa alasannya keliru untuk sopir taksi online atau apa, lalu terjadi pemukulan oleh angkutan umum. sopir, “kata Zulkarnain seusai Sertijab Chief Officer di Ruang Catur Sakti Mapolda Sumsel, Jumat (22/09/2017).

Ditambahkan Zulkarnain, pemukulan adalah seorang supir angkot jurusan Tangga Buntung – Ampera dan Pakjo – Ampera yang konon berjumlah dua orang. Mereka melarikan diri.

Tak lama setelah kejadian tersebut, ratusan supir taksi online Go-Car dan Go-Jek melakukan aksi solidaritas di Jembatan Ampera untuk menemukan kedua pelaku tersebut. Massa mendesak polisi untuk menyelidiki pemukulan dan penganiayaan oleh pengemudi angkutan umum konvensional secara menyeluruh.

AGEN BANDARQ ONLINE, AGEN DOMINO ONLINE, BANDAR SAKONG, ADUQ ONLINE, AGEN CAPSA ONLINE, SITUS JUDI ONLINE, BANDAR POKER

Sementara itu, Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono HB saat mendampingi Kapolda menyebutkan, aksi solidaritas yang dilakukan oleh supir taksi online di Jembatan Ampera ini salah paham setelah dipostingnya seorang supir taksi online yang dicurigai disalahgunakan pengemudi angkutan umum.

“Sebenarnya ini bukan tindakan membalikkan, hanya salah paham setelah posting media sosial yang tidak akurat dan dapat diverifikasi, jadi massa supir taksi online memicu emosi dan berkumpul setelah melihat sebuah pos yang memanggil supir taksi online tersebut untuk menganiaya,” kata Wahyu.

Baca Juga : Sakit Hati, Seorang Dukun Tewas di Bacok Oleh Pasiennya

Untuk tujuan penyidikan, Sat Reskrim Polresta Palembang telah mengamankan dua mobil angkutan umum yang diduga milik pelaku saat terjadi insiden tersebut. Serta mengejar dua aktor yang telah melarikan diri setelah kejadian pemukulan.

“Sudah proses penyidikan dan ada dua mobil angkutan umum yang kami amankan, karena saat ini pelaku sedang dalam pengejaran karena mereka sudah tidak di rumah lagi saat anggota datang,” lanjutnya.

Atas kejadian tersebut, Wahyu meminta masyarakat untuk tidak mempercayai tulisan yang belum dipertanggungjawabkan dan diverifikasi. Dan dorong orang untuk tidak memposting hal-hal yang bisa menimbulkan keresahan di masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *